
Sosialisasi Dinilai Mampu Mempercepat Adopsi Kendaraan Listrik di Indonesia
Saraa.com – Kementerian Industri mengatakan bahwa negara perlu bersosialisasi dan belajar untuk mempromosikan pertumbuhan kendaraan baru dan perlu belajar.
Di produsen, Kementerian Industri mendorong industri otomotif untuk menghasilkan produk -produk inovatif dengan teknologi mobil listrik terbaru.
Saat ini, ekonomi sosial dan pendidikan adalah salah satu langkah terpenting sebagai dampak positif dan kemudahan penggunaan kendaraan lingkungan dan kendaraan listrik.
Sebagai perluasan populasi kendaraan listrik di pasar yang sama dan Indonesia. Pemerintah telah memerintahkan presiden pada tahun 2022, penggunaan kendaraan listrik menggunakan baterai di kendaraan resmi atau pemerintah pusat dan lembaga pemerintah di wilayah tersebut.
Keberadaan presiden ini akan menjadi katalis untuk meningkatkan bentuk kendaraan yang ramah lingkungan, termasuk komitmen pemerintah untuk mempercepat kecepatan listrik di Indonesia.
“Dalam industri kendaraan listrik, baik empat kendaraan dan dua ban, terutama untuk dua ban, dalam jangka waktu terpendek dari dua juta produksi pada tahun 2025, tujuan presiden,” kata Agus, “kata.
Menteri Industri optimis bahwa target dapat mencapai target 35 produsen mobil listrik per tahun dengan dukungan 35 produsen mobil listrik.
“Ini untuk mengurangi pelepasan polusi pada tahun 1970 dan mencapai tujuan pemerintah Indonesia untuk mencapai target kontaminasi nol atau bersih pada tahun 2020.
Oleh karena itu, Agus menegaskan perlunya memperkuat ekosistem kendaraan listrik sejak awal menjadi produsen mobil listrik di ASEAN dan Oceania di laut.
“Kami berterima kasih kepada perusahaan yang berpartisipasi dalam ekosistem kendaraan listrik negara itu,” katanya.