Diet Itu Menyiksa? Dokter: Pola Makan yang Sehat Enggak Bikin Cepat Lapar

Read Time:1 Minute, 40 Second

LIPUTAN6.com, banyak jakarta menganggap diet yang sama dengan kelaparan, kelemahan dan penyiksaan. Karena persepsi ini, orang enggan memulai jalan mereka menuju gaya hidup sehat.

Namun, spesialis kedokteran internal untuk konsultan metabolik endokrin Wiscandari Wisnu mengatakan bahwa nutrisi seharusnya tidak menyakitkan. Dengan pendekatan yang tepat dan pedoman ahli, nutrisi dapat benar -benar merupakan pengalaman yang indah dan berkelanjutan.

“Mereka tidak menyiksa diet jika mereka mengikuti resep mereka, kami tidak kelaparan karena mereka menyediakan makanan nutrisi yang baik dalam resep, teman dan dokter nutrisi,” kata Wiscandari

Dia juga kemudian yakin bahwa dokter diet dan nutrisi membuat rencana untuk diisi, dan alias tidak akan lebih cepat lapar.

Dia mengatakan makanan enak tidak akan mengganggu, tetapi kelaparan tidak terjadi dengan cepat. Misalnya, ketika kita sarapan, kita mengambil protein dari putih telur, yang penuh lagi.

Selain itu, sarapan dan makan siang harus ditempatkan di camilan sehingga tidak dibesar -besarkan saat makan siang. Jika tidak ada camilan, tubuh hanya akan tertinggal untuk waktu yang lama karena kelaparan seperti kutipan madu.

Jangan makan saat makan? Berbohong

Wisman juga mengatakan bahwa nutrisi tanpa makanan tidak enak. Dia mengatakan persis ketika diet tidak melewatkan makanan, yaitu, sarapan, makan siang dan makan malam.

“Jadi apa ketika diet lapar adalah lem karena diet salah,” katanya.

 

Diet yang baik seharusnya tidak lapar.

“Ini pasti menyenangkan karena telah melakukannya seumur hidup,” kata wanita itu, yang juga mengajar staf di Fakultas Kedokteran, University of Indonesia – Chan Mangunkusuma Hospital.

Diet kalori yang seimbang diukur dengan tubuh dan ada mikronutrien yang diukur dari karbohidrat, lemak dan protein.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, disarankan untuk kalori dan defisit.

Salah satu diet yang disarankan kadang -kadang diposting dengan metode 16 -cepat dan 8 jam makanan.

 

Wismonandari juga menyebutkan diet rendah karbohidrat dengan banyak kacang pengontrol lemak protein, tetapi tidak terlalu lama. Diet seperti itu bisa memakan waktu terlalu lama untuk mempengaruhi otot dan ginjal.

“Ini bukan diet yang disarankan dalam jangka panjang. Jika Anda ingin mencobanya, kami perlu menurunkan berat badan, tetapi setelah kembali ke diet normal, betapa kalori defisit,” katanya.

About Post Author

admin

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 3 Resep Minuman Bunga Telang sebagai Obat Kolesterol yang Mujarab dan Alami
Next post Australia vs Timnas Indonesia: Duel Sengit Jelang Buka Puasa, Catat Lokasi Nobar di Jakarta dan Bandung