BPOM Ungkap 3 Kandungan Berbahaya yang Kerap Ditemukan pada Takjil

Read Time:1 Minute, 44 Second

LIPAN6.com, Badan Pengawasan Jakarta Indonesia untuk Makanan dan Obat -obatan (BPOM RI) mengencangkan pengawasan makanan di Ramadhan. Ini penting karena selama bulan Ramadhan biasanya meningkat 20-30 persen dari konsumsi makanan.

Dalam pengawasan konsumsi makanan, BPOM telah mengungkapkan beberapa bahan berbahaya yang sering terjadi sedemikian rupa. Tujuannya dimulai dengan warna atau minuman yang indah atau ingin membuat makanan tahan sampai besok.

Berikut adalah daftar bahan -bahan berbahaya yang sering ditemukan dalam hal ini: pewarna tekstil

Direktur standardisasi makanan olahan, Badan Pengawasan Indonesia untuk Obat -obatan dan Makanan (BPOM RI) DRA. Dwiana Andayani, Apt, mengatakan partainya sering menemukan penggunaan cat tekstil dalam makanan.

“Cat (pewarna tekstil, tetapi digunakan untuk makanan) sering diidentifikasi,” kata Dwiana pada hari Selasa, 4 Maret 2025 di Jakarta Selatan.

Salah satu makanan yang sering terjadi mengandung pewarna yang dilarang, yaitu biskuit mie. Makanan menggunakan logam kuning.

Penggunaan cat ini dalam makanan seharusnya tidak karena logam kuning yang digunakan dalam industri tekstil, perlindungan matahari, kertas, sabun, kosmetik dan lilin untuk memberikan produk warna kuning cerah.

Kemudian BPOM juga sering menemukan makanan atau minuman yang menunjukkan rodamin B. Ini adalah pewarna sintetis yang biasa digunakan dalam industri tekstil dan kertas. Seharusnya tidak dalam makanan atau minuman.

Karena BPOM sering mencari bahan -bahan terlarang dalam makanan dan minuman, ia terus melanjutkan prosedur bagi pedagang untuk menggunakan pewarna alami dalam makanan atau minuman.

“Kami selalu merekomendasikan menggunakan pewarna alami, tidak perlu menghasilkan warna makanan atau minuman yang mengesankan,” kata Dwiana.

 

Bahan -bahan yang seharusnya tidak ada dalam makanan, tetapi sering ditemukan bahwa BPOM berada dalam boraks. Pedagang nakal menggunakan Borax untuk membuat makanan yang mengganggu dan disajikan. Biasanya digunakan dalam mie, bakso, biskuit untuk membuatnya lebih renyah.

Meskipun Borax digunakan untuk mendapatkan logam, produksi kaca, pestisida, dan campuran pembersih. Diketahui bahwa bahan ini memiliki bahaya kesehatan jika tertelan.

 

“Formalin masih merupakan bahan yang sering ditemukan oleh pedagang,” kata Dwiana.

Penggunaan bahan terlarang ini biasanya ditemukan di mie atau di tahu. 

Faktanya, formalin tidak digunakan dalam makanan. Formalin digunakan untuk melestarikan tubuh dan organ makhluk hidup, seperti penghancuran hama, desinfektan dalam industri plastik dan busa, serta untuk mensterilkan ruangan.

About Post Author

admin

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kredit 2024 Tumbuh 13,8 Persen, BCA Kantongi Laba Segini
Next post 7 Pantun Ikan Lele yang Lucu dan Menghibur, Cocok untuk Berbagai Suasana